Ini Hanya Masalah Waktu Saja, Pantas & Tidak Mengenal

RefleksiDiri Jum'at 02/01/2015, Siang itu cuaca di luar terasa amat panas berbanding terbalik dengan didalam ruangan. Berdirilah seorang pria dengan lemah lembut dan berwibawa membawakan sebuah nasehat yang bertemakan tentang kematian. Nasehat itu sangat mengena ke hati dan fikiran Penulis sehingga terbesit untuk membuat coretan ke dumay. Tentu saja, tulisan ini tidak 100% sama tapi hanya sebatas kemampuan penulis menangkap pesan itu.
Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan namanya kematian. Kematian tidak mentolerir dimanapun kita berada, orang bisa mati dimana saja, di sawah, di jalanan,di pasar, disekolahan, dirumah, di ponpes bahkan dirumah seorang kiaipun. Secanggih apapun teknologi yang kita miliki tetap saja itu tidak akan mampu menghindarkan kita dari kematian. Manakala waktunya sudah tiba, kematian akan menghampiri setiap makhluk dengan memaksa, dengan tidak mengenal siapa kita dan siapa mereka, kapan dan dimana. ”ini hanya masalah waktu saja”
Kematian itu Pantas dan Tidak Mengenal. Kematian itu Tidak Mengenal Usia. Kematian itu Pantas untuk semua makluk yang bernyawa. Kematian itu buka dominasi kaum 40 tahun keatas. Kematian itu Pantas untuk kaum 30 tahun kebawah, kematian itu Pantas untuk anak remaja, kematian itu Pantas untuk anak-anak, balita dan bayi, kematian itupun Pantas untuk bayi-bayi yang masih didalam kandungan. “ini hanya masalah waktu saja”
Kematian itu Tidak Mengenal Tempat. Kematian disawah pantas, kematian di kantoran pantas, kematian di mall pantas, kematian dijalanan pantas, kematian disekolahan pantas, kematian diponpes pantas, kematian didiskotik pantas, bahkan kematian dimasjidpun juga pantas.“ini hanya masalah waktu saja” 
Kematian itu Tidak Mengenal Status. Orang kaya pantas mati, orang miskin juga pantas mati, pejabat pantas mati, masyarakat umum juga pantas mati, bawahan pantas mati, atasan juga pantas mati, pegawai swasta pantas mati, PNS juga pantas mati, murid pantas mati, guru juga pantas mati, santri pantas mati, kiai juga pantas mati, orang jahat pantas mati, orang baikpun juga pantas mati… Didunia ini tidak ada tempat dan aktivitas yang aman sedetikpun dari yang namanya kematian. “ini hanya masalah waktu saja”

"Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina 'adzabannar" La Haula Wala Quwwata Illa Billahil Aliyil Adzim

Kisah Tukang Cukur Yang Mempertanyakan Adanya Tuhan

Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya Tuhan itu ada”.
“Kenapa kamu berkata begitu ???” timpal si konsumen.
“Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, apa yang terjadi di jalanan itu menunjukkan bahwa Tuhan itu tidak ada? Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, mengapa ada orang sakit??, mengapa ada anak terlantar??"
"Jika Tuhan ada, pastiah tidak akan ada orang sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.”
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (mlungker-mlungker, istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,” Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR.”

Si tukang cukur tidak terima,” Kamu kok bisa bilang begitu ??”.

“Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!”

“Tidak!” elak si konsumen.

“Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana,” Si konsumen menambahkan.
“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!” sanggah si tukang cukur.

”Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya”, jawab si tukang cukur membela diri.
“Cocok!” kata si konsumen menyetujui.” Itulah point utama-nya!.
Sama dengan Tuhan, Tuhan itu juga ada, tapi apa yang terjadi… orang-orang tidak mau datang kepada-Nya, dan tidak mau mencari-Nya. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”Apakah Tuhan harus memaksa untuk datang kepada-Nya baru dunia tidak ada kesusahan? Semua kembali pada diri kita masing-masing.

http://jagadkawula.blogspot.com/2012/11/kisah-tukang-cukur-yang-mempertanyakan.html